YouTube merombak bagian atas halaman Home di aplikasi mobile-nya. Feed Subscriptions, yang kini dinamai Subs, dipindah ke bar atas tab Home dan berjejer dengan feed khusus Live, Music, serta Movies & TV. Pada saat yang sama, YouTube mulai menggulirkan custom feeds, feed yang dibentuk dari deskripsi bebas yang ditulis pengguna.
Perubahan ini diumumkan akun resmi Updates From YouTube di X pada Jumat (23/10/2026) pukul 03.09 WIB. Detailnya dijabarkan tim YouTube lewat unggahan “New ways to explore YouTube from your Home page” di forum YouTube Community. YouTube menyebut bar atas baru ini sebagai awal dari serangkaian pembaruan halaman Home.
Subs Pindah ke Bar Atas Home

Menurut YouTube, feed Subs kini dipindahkan ke bar atas di tab Home supaya kreator favorit tetap berada di depan mata. Namanya pun dipersingkat dari Subscriptions menjadi Subs.
Dalam video demo yang dibagikan YouTube, bar navigasi bawah aplikasi tampak hanya berisi ikon Home, Shorts, tombol buat konten, dan foto profil. Pengguna lama yang terbiasa membuka daftar langganan dari bagian bawah layar perlu sedikit beradaptasi.
Secara jumlah ketukan, aksesnya tidak bertambah jauh karena Subs tetap satu ketukan dari Home. Masalahnya ada di ergonomi. Bar atas lebih sulit dijangkau jempol, terutama di ponsel layar 6,7 inci ke atas yang kini umum di Indonesia.
Live, Music, dan Movies & TV Punya Feed Sendiri

Selain Subs, bar atas memuat feed standar baru bernama Live, Music, dan Movies & TV. YouTube menyebut tujuannya agar penonton bisa langsung masuk ke format yang dicari dengan satu ketukan, misalnya siaran langsung kreator atau video musik.
Feed Movies & TV punya syarat. YouTube menjelaskan feed ini hanya muncul untuk penonton yang punya langganan konten berbayar aktif, seperti Primetime Channels. Tanpa langganan semacam itu, Movies & TV tidak akan tampil di aplikasi.
Akun YouTubeInsider menyebut feed Live di bar atas sebagai “Live mini-feed”. Bagi penonton yang rutin mengikuti live streaming, misalnya siaran gim atau talk show kreator, jalur ini lebih ringkas dibanding mencari siaran di tengah rekomendasi Home.
Custom Feeds, Feed dari Deskripsi Bebas

Custom feeds bisa dibilang pencarian tersimpan yang tidak terpaku pada kata kunci. Pengguna cukup menekan tombol “+” di bagian atas Home, lalu menuliskan topik, channel, atau suasana yang diinginkan. Contoh dari YouTube adalah “help me unwind after work with guided meditations under 10 minutes”.
Feed yang sudah dibuat tersimpan di bagian atas layar dan bisa dibuka lagi kapan saja. Isinya bisa diubah dengan mengedit teks di kotak prompt, sementara rekomendasinya diklaim terus diperbarui saat ada konten baru. Feed yang dibuat di ponsel juga tersinkron ke versi desktop selama memakai akun Google yang sama.
Halaman bantuan YouTube menambahkan beberapa detail. Custom feeds bersifat privat dan tidak bisa ditemukan pengguna lain. Prompt yang tidak aktif selama 30 hari akan kedaluwarsa, dan video yang ditonton dari custom feeds tetap masuk riwayat tontonan sehingga bisa memengaruhi rekomendasi Home utama.
Jumlah feed yang bisa disimpan dibedakan berdasarkan status langganan:
| Jenis akun | Batas custom feeds aktif |
|---|---|
| Tanpa YouTube Premium | Hingga 3 feed |
| YouTube Premium | Hingga 8 feed |
Selisih tiga dan delapan feed ini jelas jadi pemanis tambahan untuk YouTube Premium. Meski begitu, tiga feed sebenarnya sudah cukup untuk kebanyakan penonton, misalnya satu untuk musik kerja, satu untuk tutorial, dan satu untuk hiburan malam.
Belum Masuk Indonesia, Siapa yang Paling Diuntungkan?

Untuk tahap awal, custom feeds baru digulirkan di mobile dan desktop dalam bahasa Inggris bagi pengguna di Amerika Serikat. Syaratnya, pengguna harus login, berusia minimal 13 tahun, dan mengaktifkan riwayat penelusuran. Halaman bantuan YouTube juga mencatat fitur ini belum tersedia di tablet.
YouTube menyatakan sedang berupaya membawa custom feeds ke lebih banyak pengguna dan wilayah, tetapi belum memberi jadwal. Untuk perombakan bar atas, pengumuman YouTube tidak menyebut batasan wilayah maupun tenggat kapan semua pengguna akan menerimanya.
Pola peluncuran yang dimulai dari Amerika Serikat dan bahasa Inggris ini mirip dengan fitur AI lain, seperti suara baru GPT-Live-1.1 di ChatGPT yang juga belum menyentuh bahasa Indonesia saat diumumkan. Google sendiri belakangan rajin menambah fitur personalisasi, salah satunya Gemini di Android Auto.
Saat nanti tersedia, custom feeds paling terasa manfaatnya bagi penonton dengan kebiasaan spesifik. Contohnya mahasiswa yang butuh feed khusus materi kuliah, pekerja yang mendengarkan podcast selama perjalanan ke kantor, atau penghobi yang rutin menonton tutorial DIY dan otomotif.
Pertanyaan terbesarnya ada di bahasa. Tahap awal ini hanya mendukung bahasa Inggris, jadi belum jelas seberapa baik YouTube memahami prompt berbahasa Indonesia atau campuran bahasa gaul. Sementara itu, perpindahan Subs ke bar atas lebih relevan untuk semua orang, karena kebiasaan membuka daftar langganan adalah salah satu rutinitas paling dasar di YouTube.












