Breaking

Pengadilan Australia Perintahkan Apple Buka iOS, Fortnite Siap Kembali ke App Store

Suasana dalam game Fortnite
Foto: Epic Games/Fortnite (X)

Pengadilan Federal Australia memerintahkan Apple membuka iOS untuk toko aplikasi pihak ketiga, unduhan langsung dari developer, dan metode pembayaran di luar In-App Purchase (IAP). Perintah itu tertuang dalam putusan Epic Games Inc v Apple Inc (No 2) [2026] FCA 1552 tertanggal Kamis (22/10/2026). Ini adalah tahap penentuan sanksi, setelah Hakim Beach lebih dulu menyatakan Apple melanggar pasal 46 Competition and Consumer Act 2010 dalam putusan tahun 2025.

Epic Games tidak menunggu lama. Lewat akun X Epic Games Newsroom pada pukul 08.00 WIB, Epic menyebut Fortnite akan kembali ke App Store Australia “besok”. Sekitar satu jam sebelumnya, CEO Epic Tim Sweeney menulis di X bahwa putusan ini adalah “kemenangan besar bagi konsumen dan developer”.

Fortnite Siap Kembali Setelah Lebih dari Enam Tahun

Suasana kota dalam game Fortnite
Foto: Epic Games/Fortnite (X)

Dalam deklarasinya, pengadilan mencatat Apple menghapus Fortnite dari App Store pada 13 Agustus 2020 dan memutus akun developer Epic (Team ID ’84) pada 28 Agustus 2020. Keduanya disebut sebagai bentuk penegakan aturan kontrak yang melanggar hukum persaingan Australia, bersama penolakan Apple terhadap Epic Direct Pay sebagai opsi pembayaran di dalam aplikasi.

Perintah nomor 2 mewajibkan Apple melakukan segala hal yang diperlukan agar Fortnite dan aplikasi iOS Epic lainnya bisa masuk lagi ke App Store, setelah Epic mengajukan permohonan tertulis. Epic tetap harus mematuhi Developer Program License Agreement (DPLA) dan App Store Review Guidelines, sepanjang aturan itu tidak bertentangan dengan putusan. Cakupannya hanya App Store Australia, dan perintah ini tidak ikut ditunda sampai 2027.

“Apple dengan sengaja menutup setiap jalur distribusi aplikasi iOS pesaing dan menempatkan dirinya sebagai satu-satunya pintu menuju pengguna iOS,” tulis Hakim Beach dalam pertimbangannya. Meski begitu, Epic tidak menang di semua poin. Hakim menolak permintaan agar sejumlah klausul kontrak dinyatakan batal, antara lain karena pengadilan Amerika Serikat sudah menyatakan penghapusan Fortnite dan pemutusan akun Epic sah menurut hukum di sana.

Toko Aplikasi Alternatif dan Pembayaran di Luar IAP

Ilustrasi game yang tersedia di App Store
Foto: Apple

Dampak yang lebih luas ada di perintah 3 sampai 11. Apple wajib memastikan pengguna iOS bisa menemukan, mengunduh, dan memperbarui aplikasi, termasuk toko aplikasi alternatif, lewat jalur selain App Store seperti unduhan langsung. Syaratnya, aplikasi tersebut sudah melewati pemindaian otomatis untuk alasan keamanan atau privasi dan dinotarisasi oleh Apple atau pihak ketiga yang kompeten.

Untuk pembayaran, Apple tidak boleh lagi mewajibkan IAP untuk pembelian konten digital, melarang developer mengarahkan pengguna ke metode pembayaran lain, atau melarang harga yang lebih murah di luar IAP. Aplikasi yang didistribusikan di luar App Store juga bebas dari biaya Apple atas transaksi non-IAP. Apple bahkan dilarang menghalangi pra-instal aplikasi pihak ketiga di perangkat iOS.

Apple masih punya ruang soal keamanan. Pengadilan membolehkan Apple menerapkan persyaratan keamanan yang perlu dan proporsional untuk metode pembayaran non-IAP, asalkan developer diberi pemberitahuan tertulis yang menjelaskan risikonya lebih dulu. Aplikasi dari jalur alternatif juga tetap boleh dihapus jika berisi konten terlarang, malware yang benar-benar berisiko, atau diwajibkan Online Safety Act 2021.

AspekDetail
PerkaraEpic Games Inc v Apple Inc (No 2) [2026] FCA 1552, NSD 1236 of 2020
PengadilanFederal Court of Australia, Hakim Beach
Tanggal putusan22 Oktober 2026
PelanggaranPasal 46(1) Competition and Consumer Act 2010, sejak 6 November 2017
Fortnite dan aplikasi EpicWajib diterima kembali di App Store Australia atas permohonan tertulis Epic
Distribusi alternatifToko aplikasi pihak ketiga dan unduhan langsung, dengan pemindaian otomatis dan notarisasi
PembayaranDeveloper boleh memakai pembayaran selain IAP dan mengarahkan pengguna ke luar aplikasi
CakupanApp Store Australia dan pengguna Akun Apple Australia; developer boleh dari negara mana pun
Mulai berlaku1 Maret 2027 pukul 12.00 waktu Melbourne (08.00 WIB), bisa diperpanjang ke 3 Mei 2027
Biaya perkaraApple menanggung 85% biaya Epic hingga sidang tahap liability
Sumber: Federal Court of Australia

Berlaku Maret 2027, Hanya untuk Akun Apple Australia

Suasana jalan dalam game Fortnite
Foto: Epic Games/Fortnite (X)

Perintah 3 sampai 11 baru berlaku pada 1 Maret 2027 pukul 12.00 waktu Melbourne atau 08.00 WIB. Apple diberi satu kesempatan meminta perpanjangan hingga 3 Mei 2027, dengan syarat permohonan diajukan antara 1 dan 15 Februari 2027. Injungsi ini juga tidak punya batas waktu berakhir, walau Apple bisa meminta perubahan jika ada perubahan keadaan yang material.

Cakupannya dibatasi pada App Store Australia dan pengguna yang negara atau wilayah Akun Apple-nya diatur ke Australia. Developer dan penyedia pembayaran alternatif boleh berasal dari negara mana pun, asalkan developer masih terdaftar di Apple Developer Program. Epic sebenarnya meminta jangkauan geografis yang lebih luas, tetapi hakim menerima argumen Apple untuk membatasinya.

Perkaranya juga belum tentu selesai. Hakim Beach menyebut masih perlu membahas dengan para pihak apakah penangguhan perintah diperlukan jika ada banding. Gugatan Epic terhadap Google di pengadilan yang sama sudah berakhir damai dan dihentikan pada 6 Maret 2026.

Bagi pengguna iPhone di Indonesia, termasuk yang sedang mengincar iPhone 18 Pro Max atau iPhone Duo, putusan ini belum mengubah apa pun karena akun berwilayah Indonesia berada di luar cakupan. Pihak yang paling diuntungkan adalah developer game dan aplikasi berlangganan di Australia, yang kini bisa menawarkan harga lebih murah lewat pembayaran sendiri. Jika perintah ini bertahan sampai Maret 2027, Australia akan menjadi contoh konkret yang bisa dirujuk developer dan regulator di negara lain, termasuk di kawasan kita.