Breaking

ASUS Vivobook Pro 16 AMD Ryzen AI Resmi Rilis dengan Peningkatan Performa dan Sistem Pendinginan

ASUS Vivobook Pro 16 AMD Ryzen AI Resmi Rilis dengan Peningkatan Performa dan Sistem Pendinginan
Shopee Philippines

ASUS kembali memperluas lini laptop performanya dengan menghadirkan Vivobook Pro 16 berbasis AMD Ryzen AI 9 H 465. ASUS Vivobook Pro 16 AMD Ryzen AI merupakan alternatif dari versi sebelumnya yang mengandalkan prosesor Intel Core Ultra 9. Sekaligus menawarkan konfigurasi yang lebih terjangkau.

Meski hadir dengan sejumlah penyesuaian pada spesifikasi, ASUS tetap mempertahankan beberapa fitur unggulan Vivobook Pro 16. Salah satunya adalah panel OLED berukuran besar dengan refresh rate tinggi. Sistem pendinginannya juga tetap dirancang untuk menjaga performa ketika laptop bekerja berat.

Spesifikasi ASUS Vivobook Pro 16 AMD Ryzen AI

Brand ASUS secara resmi memperkenalkan seri Vivobook Pro 16 2026 di pasar China kemarin. Berbeda dari pendahulunya yang menggunakan Intel Core Ultra 9, varian ini mengandalkan AMD Ryzen AI 9 H 465 sebagai otak utama. Pergantian platform tersebut membuat ASUS memiliki opsi baru. Terutama untuk pengguna yang menginginkan laptop performa tinggi dengan harga lebih rendah.

Bodi laptop memiliki bobot sekitar 1,65 kg dan engselnya dapat dibuka hingga 180 derajat. ASUS turut membekalinya dengan touchpad berukuran 7,1 inci. Tak lupa kamera IR yang mendukung Windows Hello, mikrofon ganda beserta keyboard dengan lampu latar.

RAM dan Penyimpanan Ikut Disesuaikan

ASUS melakukan beberapa penyesuaian pada konfigurasi memori. Jika versi Intel sebelumnya menawarkan RAM 32 GB dan SSD 1TB, model Ryzen AI hadir dengan RAM 16 GB. Sementara SSD-nya 512GB PCIe 4.0. Meski lebih kecil, pengguna masih mendapatkan fleksibilitas untuk melakukan ekspansi. Caranya dengan memanfaatkan dua slot M.2 2280.

Performa Grafis serta Produktivitas Andal

Salah satu bagian yang tidak banyak berubah adalah sektor layar. ASUS Vivobook Pro 16 AMD Ryzen AI masih menggunakan panel OLED 16 inci. Resolusinya pun sama yakni 2.560 x 1.600 piksel. Panel tersebut memiliki refresh rate hingga 165 Hz dan mendukung cakupan warna DCI-P3 100 persen. Tingkat kecerahan puncaknya juga dapat mencapai 1.100 nits.

Kombinasi prosesor Ryzen AI dan layar berkualitas tinggi membuat laptop ini menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat untuk produktivitas berat. Misalnya pengolahan konten hingga kebutuhan kreatif harian lainnya.

Sistem Pendinginan Jadi Salah Satu Peningkatan

ASUS turut memberikan perhatian pada sistem termal Vivobook Pro 16 berbasis Ryzen AI. Laptopnya menggunakan kipas berdiameter 75mm, sirip pendingin berbahan tembaga, serta heat pipe D10. Kombinasi komponen tersebut bertujuan untuk membantu membuang panas ketika prosesor bekerja dalam waktu lama.

Baterai Besar hingga Konektivitas Mumpuni

Di sisi daya, ASUS mempertahankan baterai berkapasitas 80 Wh. Pengisian daya dilakukan melalui USB-C dengan dukungan hingga 100 W. Perbedaan lain dengan versi Intel terdapat pada konektivitas. Model berbasis AMD menggunakan USB 4 sebagai pengganti Thunderbolt 4 yang tersedia pada varian Intel.

Meski berbeda standard, USB 4 pada model Ryzen AI tetap menawarkan kecepatan transfer data hingga 40 Gbps. Port lainnya terdiri dari satu USB-C, dual USB-A, dan HDMI 2.1. Dengan konfigurasi tersebut, laptop tetap memiliki konektivitas yang cukup lengkap. Khususnya untuk penggunaan sehari-hari maupun kebutuhan perangkat eksternal.

Kehadiran prosesor AMD pada akhirnya membawa perubahan pada posisi harga. ASUS Vivobook Pro 16 AMD Ryzen AI dipasarkan di China seharga 7.699 yuan, atau sekitar Rp20 jutaan. ASUS sendiri belum menginformasikan kapan Vivobook Pro 16 AMD Ryzen AI akan tersedia di pasar global.